by

Viral Pemuda Banyuwangi ini tiduri gadis di bawah umur 2 kali sehari

Banyuwangi – Seorang pemuda di Banyuwangi meniduri gadis di bawah usia. Persetubuhan dikerjakan 2x dalam satu hari.
Pemuda itu yaitu DN (19) masyarakat Kecamatan Cluring. Sedang korban baru berumur 14 tahun, masyarakat Kecamatan Muncar.

Masalah persetubuhan dengan korban anak di bawah usia itu berlangsung pada Minggu, (29/11). Awalannya korban dan aktor berjumpa di Pantai Muncar pada sing hari.

“Sesudah usai main dibawa ke pantai, terdakwa ajak korban untuk ke arah rumah terdakwa. Awalnya jalanan sampai malam hari,” terang Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin ke detikcom, Kamis (3/12/2020).

Awalnya, tambah kapolresta, terdakwa cuman ajak korban terlibat perbincangan di ruangan tamu. Lantas terdakwa mulai membujuk korban. Hingga kemudian korban diminta masuk di dalam kamar terdakwa. Hingga terjadi persetubuhan itu.

Habis meniduri korban, terdakwa ajak korban jalanan kembali. Lantas seputar jam 23.00 WIB, terdakwa kembali lagi ajak korban ke tempat tinggalnya.

Terdakwa membujuk korban untuk melayaninya kembali. Dengan rayu rayunya itu, pada akhirnya aktor meniduri korban kembali. Malam itu, korban mau tak mau tidur di dalam rumah terdakwa.

“Terdakwa akui tidak berani mengantar pulang sebab telah malam. Hingga korban bermalam di dalam rumah aktor,” jelas Arman.
“Pada Hari Senin, 30 Nopember 2020 kira-kira jam 05.00 WIB, keluarga korban tiba ke Polsek Cluring buat memberikan laporan anaknya yang tidak pulang ke rumah,” sambungnya.

Di saat melapor, orangtua korban yakini anaknya ada di dalam rumah terdakwa. Sesudah terima laporan itu, anggota Polsek Cluring ditemani keluarga korban bertandang ke rumah terdakwa. Betul saja, korban masih ada di dalam rumah terdakwa.

“Atas peristiwa itu keluarga korban tidak terima dan memberikan laporan peristiwa itu ke Polsek Cluring, untuk diolah selanjutnya sama hukum yang berjalan,” terangnya.

Kecuali tangkap aktor, polisi amankan beberapa tanda bukti. Seperti sepotong kaus lengan pendek warna hitam, sepotong kaus warna hijau, BH warna krem, sepotong celana dalam warna krem, sepotong celana panjang kain warna hitam, sepotong kain dalam wanita warna krem dan selembar kain sprei warna merah pola bunga.

“Atas tindakannya, terdakwa kita jerat dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1), (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, mengenai perombakan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak,” ujarnya.

Sumber Lainnya:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *