by

Trump Membuat Ketentuan Baru, Wisatawan ke AS Harus Bayar Rp 212 JT.

New York – Saat sebelum lengser dari kedudukannya, Donald Trump membuat ketentuan baru. Wisatawan atau pelaku bisnis yang ingin ke AS harus bayar uang agunan US$ 15.000 (sama dengan Rp 212 juta).

Presiden Donald Trump keluarkan peraturan baru saat sebelum ia lengser diganti Joe Biden. Peraturan itu mengharuskan wisatawan atau pelaku bisnis yang akan ke Amerika Serikat, harus bayar uang agunan sampai US$ 15.000 (sama dengan Rp 212 juta).

Kementerian Luar Negeri AS menjelaskan, ketentuan itu memiliki sifat sesaat dan mulai berlaku mulai 24 Desember 2020 sampai 24 Juni 2021. Mereka menarget beberapa negara yang masyarakatnya mempunyai visa B-2 untuk wisatawan dan visa B-1 untuk wisatawan usaha.

“Program ini direncanakan supaya berlaku untuk masyarakat negara spesifik dengan biaya tinggal yang semakin tinggi. Ini berperan selaku alat diplomatik untuk menggerakkan pemerintahan asing ambil perlakuan yang dibutuhkan supaya pastikan masyarakatnya tinggalkan AS on time sesudah lakukan lawatan sesaat,” catat dokumen Kemlu AS seperti disaksikan detikTravel, Rabu (2/12/2020).

Simak juga: Museum Madame Tussauds ‘Ganti Baju’ Donald TrumpAturan visa baru itu membuat petugas konsuler AS mengharuskan pelancong dan pelaku bisnis dari beberapa negara yang masyarakatnya mempunyai tingkat overstay lebih dari 10 % di tahun 2019, untuk bayar agunan di antara US$5.000 sampai US$15.000.

Uang agunan itu akan dibalikkan bila masyarakat negara itu sudah keluar dari AS. Sekitar 23 negara penuhi persyaratan itu. Dari jumlah itu, 15 negara salah satunya berawal dari benua Afrika.

Presiden Donald Trump benar-benar sejauh ini populer dengan peraturannya yang tidak pro imigran. Saat sebelum ia lengser, Presiden Trump pengin jadikan limitasi imigrasi selaku konsentrasi khusus program kerjanya di saat yang masih ada.

Simak juga: Joe Biden Menang Pemilihan presiden AS 2020, Kota Kecil di Irlandia Pesta

Berikut Daftar Komplet Negara yang Terdampak Ketentuan Baru Presiden Donald Trump:

  1. Afghanistan
  2. Iran
  3. Suriah
  4. Yaman
  5. Libya
  6. Mauritania
  7. Eritrea
  8. Sudan
  9. Angola
  10. Bhutan
  11. Burkina Faso
  12. Burundi
  13. Cape Verde
  14. Chad
  15. Republik Demokratik Kongo
  16. Djibouti
  17. Gambia
  18. Guinea-Bissau
  19. Laos
  20. Liberia
  21. Myanmar
  22. Papua Nugini
  23. Sao Tome and Principe

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *