by

Sekolah tatap Muka, Menteri PPPA Meminta Utamakan Kesehatan Anak

02 Des 2020, 02:12 WIB

Dkabari.com, Jakarta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menjelaskan gagasan melakukan kembali lagi sekolah bertemu muka di sekolah harus menimbang “5 Siap”. Yakni siap wilayahnya, siap sekolah dan gurunya, siap fasilitas dan prasarana pendukungnya, siap orangtuanya, dan siap peserta didiknya.

“Lewat Surat Persetujuan Bersama Empat Menteri pada 20 November 2020 mengenai Tutorial Penyelenggaraan Evaluasi pada Semester Genap Tahun Tuntunan dan Tahun Akademis 2020/2021 di Periode Wabah COVID-19, pemerintahan menggarisbawahi jika keselamatan dan kesehatan anak ialah factor yang paling penting,” kata Bintang di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Bintang menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dan disiapkan susul gagasan sekolah bertemu muka pada semester genap tahun tuntunan 2020-2021.

Apa lagi, hasil penemuan Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) waktu pemantauan langsung berkaitan penyiapan pembukaan sekolah bertemu muka, 83,68 % sekolah belum siap.

“Kita sepantasnya mengutamakan keselamatan dan kesehatan anak sepanjang proses belajar mengajarkan. Implementasi mekanisme kombinasi, baik evaluasi bertemu muka atau evaluasi jarak jauh, harus berprinsip pada kebutuhan terhebat untuk anak,” katanya seperti diambil dari Di antara.

Semenjak Juni 2020 sampai November 2020, KPAI sudah lakukan pemantauan langsung berkaitan penyiapan pembukaan sekolah atau evaluasi bertemu muka pada sekolah dari tingkatan SD sampai SMA/SMK.

Pemantauan dikerjakan pada 49 sekolah di 21 kabupaten/kota di delapan propinsi. Hasil dari pemantauan itu, dijumpai jika cuman 16,32 % sekolah yang siap melakukan evaluasi bertemu muka.

Disamping itu, pemantauan itu mendapati beberapa penemuan lain. Yakni berlangsung membuka tutup sekolah seringkali sebab perombakan posisi zone posisi sekolah, 49 sekolah belum siap dengan infrastruktur dan prosedur kesehatan dengan penyesuaian rutinitas baru.

Lalu tidak ada peta persiapan sekolah dari pemerintahan pusat atau pemda, dan tidak ada penskalaan materi yang akan diberi dalam evaluasi bertemu muka dari sekolah yang sudah lakukan eksperimen.

Baca juga berita terkait

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *