by

Radhar Panca Dahana dan Ceritanya Tak Mau Hidup Enak di Prancis

Berita dikutip dari:

Ia pun meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dibuat oleh adiknya, dan berharap doa untuk Radhar Panca agar diberi tempat terbaik di sisi Tuhan.

Dilansir dari laman resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Radhar dikenal sebagai esais, sastrawan, kritikus sastra, dan jurnalis.Ia pun bergiat sebagai pekerja dan pengamat teater.

Puluhan esai, kritik, karya jurnalis, kumpulan puisi, naskah drama, pertunjukan teater, dan beberapa buku tentang teater telah dihasilkannya.

Radhar lahir di Jakarta, 26 Maret 1965. Nama Radhar merupakan akromim dari nama kedua orang tuanya: Radsomo dan Suharti. Ia anak kelima dari tujuh bersaudara yang seluruhnya juga mempunyai nama depan Radhar.

Radhar sempat berencana berkuliah di studi ekonomi pembangunan, Universitas Padjadjaran, namun gagal. Ia lantas diterima di sosiologi Universitas Indonesia.

Tahun 1997, Radhar melanjutkan studi di Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales, Prancis, dengan meriset postmodernisme di Indonesia. Baru, Radhar pulang ke Indonesia dan membatalkan fasilitas studi yang harusnya mencapai tingkat doktoral.

“Alasannya, ‘Aku tak kuat menahan diri. Sementara aku …

.
Berita lengkap klik
SOURCE LINK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *