by

Pimpinan KPK Berhenti Mengaku Dirinya Hebat dan Tak Ada Masalah

Berita dikutip dari:

JawaPos.com – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyesalkan dugaan pemerasan oleh penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari kepolisian berinisial SRP kepada Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Oknum penyidik ​​itu diduga memeras kasus korupsi senilai Rp 1,5 miliar yang korupsi tengah disidik KPK tidak lagi berlaku.

“Terkait dengan penangkapannya penyidik ​​KPK berpangkat AKP diduga SRP berinisial, saya tidak akan melepaskan dari fenomena tidak asap tanpa api. Jadi saya sebenarnya tidak akan kaget, pada periode yang sekarang ini ada orang berani mencatut nama KPK, mencari duit, memeras. Karena tidak menganggap KPK sebagai sesuatu yang menyeramkan seperti dulu, ”kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dikonfirmasi, Kamis (22/4).

Pegiat antikorupsi memandang, lembaga antirasuah kini mulai runtuh sejak seleksi calon pimpinan KPK hingga revisi Undang-Undang Undang-Undang 30 Tahun 2002 perubahan atas UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

“Inilah salah satu akibat dari peristiwa itu, kemudian ada orang yang mencatut nama KPK untuk mencari duit, dan ada oknum di dalam KPK yang juga mencari duit,” beber Boyamin.

Boyamin memandang, peristiwa ini juga …

.
Berita lengkap klik
SOURCE LINK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *