by

Petugas tes cepat Soetta terlibat pelecehan didakwa pasal berlapis

Berita dikutip dari :

Eko didakwa Pasal 289 KUHP karena dua kali melakukan kekerasan seksual terhadap korban

Jakarta (ANTARA) – Petugas tes cepat (rapid test) COVID-19 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Eko Friston didakwa pasal berlapis karena terbukti terlibat pelecehan seksual terhadap seorang wanita penumpang pesawat berinisial LHI di Pengadilan Negeri Kota Tangerang.

“Terdakwa yang diketahui oknum tenaga medis rapid test di Bandara Soekarno-Hatta didakwa dengan dua pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 289 KUHP tentang pelecehan,” kata Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Dapot Dariarma melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Terdakwa Eko menjalani sidang perdana tertutup untuk umum dengan agenda dakwaan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hari Suptanto dan dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adib Fachri.

Baca juga: Polisi gelar rekonstruksi kasus pelecehan di Bandara Soetta

Dapot menjelaskan pasal pertama yang didakwakan sarjana kedokteran ini adalah tentang penipuan.

Menurut JPU, Eko terbukti memeras seorang penumpang wanita berinisial LHI usai menjalani tes cepat COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat hendak terbang ke Nias.

“Hasil rapid test itu memang korban dinyatakan reaktif,” ujar Dapot.

Baca juga: Polda Metro lakukan tes kejiwaan pelaku pelecehan di Bandara Soetta

Namun karena memanfaatkan situasi keberangkatan penumpang pesawat yang tidak bisa dibatalkan, Eko meminta uang sebesar Rp1,4 juta kepada LHI untuk mengubah hasil tes cepat menjadi non reaktif.

Eko juga didakwa Pasal 289 KUHP karena dua kali melakukan kekerasan seksual terhadap korban di Smile Area Terminal 3 dan lantai 3 area kedatangan domestik.

“Terdakwa tak mengajukan esepsi atau tidak keberatan dengan dakwaan yang dibacakan JPU kami. Persidangan berikutnya beragenda keterangan saksi korban untuk dimintai keterangan di persidangan,” ungkap Dapot.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah LHI mengunggah peristiwa yang dialaminya melalui akun media sosial pada 18 September.

LHI mengaku mengunggah aksi pelecehan tersebut ke media sosial, karena merasa laporannya ke pengelola Bandara Soetta (PT Angkasa Pura II), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), maupun Kimia Farma selaku penyedia jasa rapid test di Bandara Soekarno-Hatta itu tak direspon.

Baca juga: Tersangka kasus pelecehan di Bandara Soetta melarikan diri

Usai ramai di media sosial, penyidik Polres Kota Bandara Internasional Soetta menemui LHI di Bali untuk membuat laporan polisi.

Pewarta: Taufik Ridwan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *