by

Pesawat LL-0111 Terbang Selama 14 Menit Sebelum Jatuh

[Dikutip_Dari]

Sleman, IDN Times – Pesawat latih milik TNI AU jenis KT-1B Woong-Bee dengan nomor ekor LL-0111, jatuh di Lapangan Udara (Lanud) Adisutjipto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin, (6/12/2020) sekitar pukul 12.50 WIB.

Berdasarkan data lalu lintas udara dari Flightradar24, pesawat yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Sekti Ambarwati dan Letda Adm Krisna Nugraha ini sempat mengudara selama 14 menit sebelum jatuh.

Baca Juga: Pesawat Latih TNI AU Kecelakaan di Lanud Adisutjipto

1. Pesawat LL-0111 terbang berkeliling tiga kali sebelum “mendarat”

Pesawat Latih TNI AU LL-0111 Terbang Selama 14 Menit Sebelum JatuhRute terbang pesawat LL-0111 sebelum jatuh. Tangkapan layar Flightradar24.com

Pesawat LL-0111 terdeteksi lepas landas pada pukul 12.31 WIB menuju ke arah Timur. Kemudian, pesawat berbelok ke arah Utara di sekitar Kalitirto, Berbah, Sleman. Pesawat lantas kembali bermanuver di atas Purwomartani, Kalasan, menuju arah Barat sebelum akhirnya berputar kembali melewati Lanud Adisutjipto.

Dalam rekaman Flightradar24, pesawat bikinan Korea Selatan tersebut mengudara dengan kecepatan antara 93-161 knots, di ketinggian antara 725-1.600 kaki. Ia berputar sebanyak tiga kali dengan rute yang sama selama 14 menit sebelum akhirnya dinyatakan “mendarat” pada pukul 12.44 WIB. 

2. Jatuh saat mengudara keempat kalinya

Pesawat Latih TNI AU LL-0111 Terbang Selama 14 Menit Sebelum JatuhPesawat latih TNI AU LL-0111 jenis KAI KT-1B Woong Bee. (Dok. Devin Agastya Indy Gunawan via Instagram/tiltedlandinggear)

Peristiwa nahas yang dialami oleh pesawat latih TNI AU tersebut terjadi bukan pada saat pertama kali mengudara. Pada hari yang sama, LL-0111 mengudara sebanyak empat kali.

Tercatat, sebelumnya ia melakukan lepas landas pada pukul 9.20, 11.02, dan 12.05 WIB. Masing-masing penerbangan berlangsung selama 33 menit, 30 menit, dan 24 menit. Pada penerbangan keempatlah, Mayor Pnb Sekti Ambarwati dan Letda Adm Krisna mengalami kecelakaan.

Untungnya, keduanya selamat. Kendati pesawat dinyatakan rusak total, namun tidak ada kerusakan dan kerugian material dan personel di darat.

3. Kondisi cuaca gerimis

Pesawat Latih TNI AU LL-0111 Terbang Selama 14 Menit Sebelum JatuhIDN Times/Daruwaskita

Menurut warga di sekitar lokasi jatuhnya pesawat LL-0111, cuaca dalam kondisi gerimis saat peristiwa nahas itu terjadi.

“Saat kejadian cuaca gerimis. Tiba-tiba terdengar suara keras seperti seng jatuh sebanyak dua kali,” tutur Bayu, salah satu warga Banguntapan, Bantul, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat, seperti dilansir Antara.

Warga kampung, kata dia, lantas banyak yang berteriak ada pesawat jatuh. Namun, warga tak bisa mendekat karena lokasi jatuhnya berada di balik pagar pembatas area Lanud Adisutjipto.

“Begitu orang kampung keluar dari arah lokasi terlihat pilot dibopong. Pilotnya yang satu memakai seragam biru dan satunya oranye, yang oranye terlihat berdarah pada wajahnya,” terangnya.

Hingga kini, penyebab jatuhnya pesawat masih diselidiki.

“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi TNI AU,” terang Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Kolonel Pnb Indan Gilang dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Ini Kronologi Layang-layang Tersangkut Roda Pesawat di Adisutjipto





Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *