by

Masalah Hak Pilih Pasien COVID-19 dalam Pemilihan kepala daerah 2020 di Blitar

Blitar – Ada beberapa yang perlu dipersiapkan untuk Pemilihan kepala daerah 2020 yang diadakan di tengah-tengah wabah COVID-19. Diantaranya memberikan fasilitas calon pemilih yang terkena virus Corona.
Data Satuan tugas COVID-19 Kabupaten Blitar per Minggu (6/12), banyaknya pasien terverifikasi positif yang diamati sekitar 58 orang. Dengan perincian karantina mandiri di dalam rumah 13 orang, isolasi di gedung LEC 14 orang dan dirawat di sejumlah rumah sakit referensi sekitar 31 orang.

Beberapa permasalahan penting berkaitan hak pilihan pasien Corona membuntuti penerapan Pemilihan kepala daerah di Blitar. Pola pencoblosan direncanakan bersama pelaksana pemilu, supaya acara pesta demokrasi berjalan sama prosedurer kesehatan.

Tetapi timbulnya cluster KPU di kelompok KPPS, membuat KPU Kabupaten Blitar harus amankan team mereka. Ketua KPU Kabupaten Blitar, Hadi Santoso akui akan lakukan meeting pengaturan dengan dinas kesehatan untuk memperoleh jalan keluarnya.

“Kami mengirim surat ke dinas kesehatan supaya menolong turunkan teamnya untuk menjumpai pemilih yang terkena Corona. Sebab kami baca di ketentuannya, KPPS dalam melakukan pekerjaan dapat ditolong oleh team klinis,” kata Hadi waktu diverifikasi detikcom, Senin (7/12/2020).