by

MAKI Sebut, Aziz Syamsuddin Bisa Terjerat Pasal 21 dan Pasal 15

Berita dikutip dari:

JawaPos.com – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan ketelibatan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin dalam kasua dugaan suap penanganan perkara di Kota Tanjungbalai. Nama politikus Golkar itu terseret dalam kasus suap senilai Rp 1,3 miliar kepada penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dari Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS).

Koordinator MAKI Boyamin Saanjutiman menyampaikan, Aziz bisa dijerat dengan Pasal 21 tentang menghalang-halangi penyidikan KPK atau dengan Pasal 15 melakukan pemufakatan jahat agar perkara rasuah di Kota Tanjungbalai tidak ditindakli. “Tantangan bagi KPK untuk membuktikan (interaksi Aziz Syamsuddin). Sehingga bisa dikenakan Pasal 21 atau Pasal 15, ”kata Boyamin dikonfirmasi, Jumat (23/4).

Boyamin menjelaskan, pekerjaan rumah KPK untuk membuktikan interaksi Aziz Syamsuddin dalam perkara ini. Dia menyebut, jika Aziz dijerat dengan Pasal 21 yang melarang penegakan hukum obstuction of justice atau Pasal 15 tentang pemufakatan jahat, KPK harus bisa mengkonstruksikan dugaan interaksi Wakil Ketua DPR RI itu.

Prinsipnya ini kalau dari sisi maksimalnya begitu, bentuknya …

.
Berita lengkap klik
SOURCE LINK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *