by

Kontrakan Zakat yang Bersumber dari Hutang

Berita dikutip dari:

Meski modal itu semua berasal dari utang, ada kegiatan usaha yang berkelanjutan

REPUBLIKA.CO.ID,

Konsultasi Zakat bersama Prof Dr Muhammad Amin Suma, Ketua Dewan Syariah Dompet Dhuafa

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya mempunyai utang di bank senilai Rp 100 juta untuk memulai usaha jual beli ruko. Ruko tersebut saya kontrakkan sebesar Rp 4 juta per bulan. Setiap bulan, saya harus membayar pajak sebesar Rp 3 juta ke bank. Apakah saya wajib berzakat, dan berapa nilai? Terima kasih

Tarmizi, Tangerang

Jawab:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh

Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara Tarmizi dan keluarga.

Usaha kontrakan tersebut, kawasan tersebut sudah berlangsung 1 tahun, menurutnya diperhitungkan zakatnya, yaitu 12 bulan x Rp 1 juta (Rp 4 juta – Rp 3 juta) = Rp 12 juta. Jadi, zakatnya sebesar 2,5 persen x Rp 12 juta per tahun, atau Rp 300 ribu.

Perlu anda ketahui, meskipun modal itu berasal dari hutang, ada kegiatan usaha yang berkelanjutan dan menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, harta tersebut memenuhi syarat an-namaa (berkembang) ….

.
Berita lengkap klik
SOURCE LINK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *