by

Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Keramaian Acara HRS Diteruskan

Jakarta – Komisi III DPR memberikan dukungan penuh polisi meneruskan proses hukum masalah keramaian acara yang diadakan faksi Habib Rizieq Shihab (HRS) walau telah mohon maaf. Komisi III DPR menerangkan penegakan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.
“Keputusan MRS untuk mohon maaf ke khalayak terang adalah perlakuan arif yang perlu kita animo. Tetapi Indonesia negara hukum, dan hukum terang tidak dapat ditegakkan dengan gesture meminta maaf. Harus ada proses yang ditempuh,” tutur pimpinan Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui pesan singkat ke detikcom, Kamis (3/12/2020).

Menurut Sahroni, bila Habib Rizieq koperatif sepanjang jalani proses hukum, maka mempunyai keuntungan tertentu untuk pimpinan FPI itu.

“MRS (Muhammad Rizieq Shihab) kooperatif jalankan proses hukum, akan menolong mempercapat atau memudahkan proses hukumnya,” sambungnya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Jazilul Fawaid sama pendapat dengan Sahroni. Proses hukum masalah keramaian di daerah Jakarta, Bogor, dan Tangerang beberapa lalu perlu lagi dilanjut.

“Kami bantu polisi untuk meneruskan masalah ini dengan menegakkan hukum seadil-adilnya. Kami menghargai HRS yang mohon maaf dengan mengetahui kondisinya. Semakin lebih baik jika mengikut proses hukum yang berjalan,” paparnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq meminta maaf terkait kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta hingga Megamendung, Bogor, yang telah membuat keresahan. Habib Rizieq mengatakan pelanggaran protokol kesehatan tersebut terjadi tanpa kesengajaan.

“Sekali lagi saya minta maaf kalau dalam kerumunan-kerumunan tadi buat keresahan atau membuat pihak-pihak yang tidak nyaman atau apa namanya… melakukan pelanggaran. Itu di luar keinginan, tanpa kesengajaan, dan itu memang antusias umat rindu, cinta,” ujar Habib Rizieq dalam dialog nasional 212 seperti disiarkan akun YouTube FPI, Rabu (2/12).

Meski Habib Rizieq sudah meminta maaf, namun polisi tetap melanjutkan penyelidikan.

“Silakan saja, memang ada beritanya beredar di media bahwa dari pihak 212 sudah meminta maaf kerumunan yang terjadi di Petamburan maupun juga di bandara. Itu silakan minta maaf kepada rakyat Indonesia lah, khususnya rakyat Jakarta ini silakan. Tetapi penyidikan akan tetap berjalan ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (2/12).

Sejumlah saksi sudah diperiksa terkait kasus kerumunan di acara Habib Rizieq ini. Mereka di antaranya ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, Manajer Sekuriti Bandara Soetta, dan mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara.

Habib Rizieq pun pernah dipanggil polisi untuk dimintai keterangannya. Pada panggilan pertama, Habib Rizieq tidak datang karena alasan kesehatan.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya lalu melayangkan panggilan kedua untuk Habib Rizieq. Habib Rizieq diminta hadir untuk menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (7/12) nanti.

Sumber lain

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *