by

Kemenkes sebut penerapan 3M oleh masyarakat agak menurun

Berita dikutip dari :

Penerapan 3M tersebut belum menjadi sebuah kebiasaan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, upaya ekstra misalnya sosialisasi dari pemerintah dan duta adaptasi kebiasaan baru perlu lebih maksimal lagi

Jakarta (ANTARA) – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan penerapan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun (3M) oleh masyarakat mulai agak menurun.

“Penerapan 3M ini sedikit melemah, mungkin karena masyarakat sudah agak lelah,” katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, kata dia,  berdampak pada peningkatan kasus di 8 hingga 22 November. Hal tersebut juga bisa terjadi karena masyarakat mulai lengah dengan penerapan protokol kesehatan.

Menurut dia, dengan menjaga jarak secara terus menerus, mencuci tangan, memakai masker termasuk membatasi diri di tengah keramaian membuat masyarakat mulai lelah atau jenuh.

Apalagi, masyarakat Indonesia bersifat komunal sehingga sosialisasi dan interaksi dengan banyak orang sulit dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari, ujar juru bicara vaksinasi COVID-19 tersebut.

“Jadi, dari sifat masyarakat ini kita lihat terutama saat libur panjang ada penurunan penerapan 3M,” katanya.

Baca juga: Presiden: Meski sudah ada vaksin, tetap disiplin 3M

Baca juga: Satgas: Pencegahan COVID-19 di Jakarta tetap fokus 3M dan 3T

Baca juga: Pakar sebut 3M-3T cegah kerugian negara lebih besar

Ia tidak menampik penerapan 3M tersebut belum menjadi sebuah kebiasaan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, upaya ekstra misalnya sosialisasi dari pemerintah dan duta adaptasi kebiasaan baru perlu lebih maksimal lagi.

Selain alasan-alasan tersebut, Siti Nadia mengatakan mulai turunnya penerapan 3M dikarenakan masih banyak individu-individu yang tidak memercayai COVID-19.

Bahkan, kondisi itu diperparah dengan adanya sejumlah berita atau informasi hoaks yang sengaja disebarluaskan sehingga membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan COVID-19.

Tidak hanya itu, faktor psikologis juga membawa pengaruh kepada masyarakat sehingga penerapan 3M mulai agak menurun, ujarnya.

“Ini kan termasuk perubahan perilaku ya, jadi masyarakat kita itu harus terus diingatkan soal 3M agar menjadi sebuah kebiasaan dan bagian dari gaya hidup,” demikian Siti Nadia Tarmizi .

Baca juga: Satgas: COVID-19 masih lama hilang, masyarakat tetap harus disiplin 3M

Baca juga: Satgas COVID ingatkan lagi masyarakat hindari kerumunan, terapkan 3M

Baca juga: DKI kolaborasi mitra dalam dan luar negeri sukseskan 3M

Baca juga: Disiplin 3M harus ditindaklanjuti evaluasi dan pemantauan, sebut PDIB

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *