by

Kasus dugaan pelanggaran merek “Orchard Collection” dinyatakan P21

Berita dikutip dari :

Jakarta (ANTARA) – Berkas perkara tahap II kasus dugaan tindak pidana pelanggaran merek Orchard Collection telah dilimpahkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM kepada kejaksaan.

 

Dengan demikian, kasus dengan tersangka Direktur CV Ibal Design Wahyu Jatmiko ini sudah P-21 atau lengkap.


“Sekarang kami di Kejaksaan Negeri Badung, Bali untuk menyerahan barang bukti dan tersangka kepada jaksa penuntut umum,” kata Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Brigjen Pol. Edison Sitorus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

 

 

Bersama dengan Koordinator Pengawas PPNS Mabes Polri, DJKI sudah sudah melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti, seperti nota penjualan hingga contoh produk hasil pelanggaran.

Barang bukti tersebut diambil langsung dari Toko THE ORCHARD di Jalan Gerobokan, Kabupaten Badung, Bali, pada bulan April 2018.

 

Edison mengatakan bahwa pelanggaran terhadap hak merek diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis Pasal 100 ayat (1) dan (2).

 

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Ayat (1), setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar,” katanya menjelaskan.

 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *