by

Kapan Merapi Akan Meletus? Ini Analisa Mbah Rono

Sleman – Posisi Gunung Merapi yang ada di tepian Jawa tengah dan Wilayah Spesial Yogyakarta (DIY) Waspada. Periset vulkanologi Surono atau yang dekat dipanggil Mbah Rono meramalkan Merapi belum erupsi dalam kurun waktu dekat. Seperti apakah risetnya?
“Telah saya berikan tidak dalam kurun waktu dekat ini (Merapi meletus). Gunung meletus bukan karena hanya gempanya banyak selanjutnya meletus tidak semacam itu,” kata Mbah Rono waktu dikontak reporter, Rabu (2/12/2020).

Bekas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG) itu menyebutkan Gunung Merapi telah berbeda bila dibanding pada 2010 kemarin. Menurut dia, berdasar data kegempaan Merapi sekarang ini condong naik-turun.

“Jika sejauh ini Merapi gempanya banyak selanjutnya luruhan dan embusan banyak ya tidak nimbun-nimbun,” terangnya.

“Misalkan (gempa) luruhan sedikit, sesaat selanjutnya gempa vulkanik dangkal naik, lalu gempa embusan dan babak jumlahnya turun dan bertambah kembali embusannya dan luruhannya ya tidak rampung-rampung,” ikat Mbah Rono.

Menurut risetnya, peluang erupsi Gunung Merapi dapat berlangsung bila gempa luruhan dan embusannya sedikit.

“Terkecuali mendadak luruhannya kaya stop sedikit, embusannya sedikit, tetapi gempanya vulkanik dangkal naik, babak jumlahnya naik kemungkinan bledos (erupsi),” ucapnya.

Mbah Rono menyebutkan tak perlu tampil kubah lava lebih dulu untuk erupsi. Karena, yang tentukan erupsi ialah desakan energi dari dalam gunung.

“Tidak harus (ada kubah lava). Kita saksikan saja apa benar-benar kuat. Kegempaan yang ada itu kan kumpulkan enegi jika ia tidak berhasil kumpulkan energi ya kapan akan meletus,” terang Mbah Rono.

“Meletus kan mudah desakan dalam lebih kuat dari desakan di luar,” sambungnya.

Menyaksikan rutinitas itu, Mbah Rono yakini bila posisi Merapi Waspada akan berjalan panjang.

“Sepertinya lama. Kemungkinan jika mengharap meletus dalam kurun waktu dekat ini sepertinya belum. Sepanjang alurnya semacam ini naik babak jumlahnya, embusan naik kelak turun kembali tetapi disertai embusan dan luruhan ya ngono wae (demikian saja),” katanya.

Karena itu, ia memberi pesan supaya warga masih siaga dan masih patuhi referensi yang diberi oleh Balai Penyidikan dan Peningkatan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

“Ya turuti referensi BPPTKG. Ada satu referensi ya dituruti. Warga di seputar Merapi manut-manut. Diminta ngungsi ya ngungsi,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *