by

Grup yang Menyebut Diri Laskar Nikita Mirzani Akan Gelar Tindakan Kasih

Nikita Mirzani tengah bermusuhan dengan pemuka agama yang memiliki nama Maheer At-Thuwailibi. Nikita memperoleh teror tempat tinggalnya dapat dikepung oleh Maheer serta beberapa ratus orang yang menyebutkan diri mereka selaku pembela ulama.

Gak cuman meneror, Maheer pula melayangkan bervariasi kecaman yang gak patut pada Nikita. Teror serta kecaman itu dilemparkan Maheer sehabis dia dengar pengakuan Nikita Mirzani bab pulangnya Habib Rizieq.
Maheer merasa perkataan bab makna habib sama dengan tukang obat yakni penghinaan untuk Habib Rizieq. Konflik kedua-duanya ini juga menjadi perhatian masyarakat, terpenting beberapa pecinta Nikita.

Serangkaian warga yang berkumpul dalam Laskar Nikita Mirzani mengatakan dapat berikan suport moril dengan melangsungkan tindakan kasih. Tindakan kasih dengan menempatkan lilin dapat dijalankan di kira-kira bundaran HI malam hari ini, Sabtu (14/11) waktu 20.00 WIB.

“Itu cuman suport saja pada Nikita, jadi untuk penyemangat lainnya pula buat pembetulan negara ini. Ada orang wanita kurang kuat kok berani bicara demikian sesaat yang miliki kekuasaan itu mengapa sampai kini tercenung,” kata Wawan Suwandi salah satunya anggota laskar Nikita Mirzani, sewaktu dikontak kumparan, Sabtu (14/11).

Menurut Wawan, tindakan itu tercetus sebab kecaman yang dilemparkan Maheer pada Nikita. Menurut dia, kecaman itu gak patut keluar dari mulut orang pemuka agama.

“Spontanitas saya saksikan ini sebagai wujud suport moril untuk Nikita. Nikita walau bagaimanapun, maaf kata, background berikut demikian, tetapi dia mengerti yang betul serta yang keliru,” papar Wawan.
“Ini yang background agama kuat, kok bicara demikian, seperti preman daerah. Ya, artinya silent majority keluar lah turut bernada. Sampai kini kan diam,” sambungnya.
Saat itu, narahubung yang lain, Rudyanto mengatakan jika tindakan itu serius murni untuk berikan suport moril pada Nikita. Ia menolak bila tindakan itu dimaksud dibayari oleh Nikita.
“Spontanitas, tak ada pergerakan apapun, murni tak ada ongkos dari Nikita, tak ada ongkos dari siapa saja. Kita spontanitas saja, dari ciutannya Maheer, tak patut lah orang ustaz menentang satu cewek dengan ujaran kasar,” jelasnya.

Kata Rudyanto, Nikita juga dikasih tahu bab terdapatnya tindakan itu. Tetapi atas argumen keamanan, Nikita memanglah gak diminta datang dalam tindakan itu.

“Bila buat keamanan, sich, sepertinya tak (datang), sich, ya, melalui video call saja kali, ya. Bila yang datang itu kan 300, ya, untuk yang daftar, cuman kan buat yang ada kembali kelak saya tak tahu berapakah orang kembali,” tangkisnya
Rudyanto menyatakan tindakan itu murni sebagai suport moril saja. Ia mau membawa warga lain supaya gak takut mengucapkan gagasannya.
“Nikita Mirzani saja berani, orang wanita yang tak miliki backing apa-apa ia berani,” ujar Rudyanto.
Perihal Laskar Nikita Mirzani, Rudyanto mengatakan group itu baru dibikin kemarin. Pembuatan group yang pergi dari whatsapp group itu, bermula dari ciutan Maheer pada Nikita.
“Groupnya baru terjadi tempo hari. Baru tempo hari, itu sebab ciutan Maheer itu, pengen membawa laskar, kita pengen membawa laskar Nikita juga. Ia miliki laskar kita pula miliki laskar,” tuturnya.
Sumber: kumparan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *