by

Eggi Sudjana Kembali lagi Dipanggil soal Masalah Makar, Ini Kata Polisi

Jakarta – Eggi Sudjana kembali lagi diundang untuk dicheck berkaitan masalah sangkaan pemberontakan pada Pemilihan presiden 2019. Eggi Sudjana diundang selaku terdakwa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan faksinya kembali lagi panggil Eggi Sudjana sebab masalah itu masih bersambung. Di lain sisi, masalah itu jadi perhatian Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menyelesaikan PR masalah yang belum teratasi.

“Iya saya berikan, Kapolda yang baru Irjen Fadil Imran benar-benar salah satunya programnya ialah bagaimana menyelesaikan beberapa kasus yang lama yang ada saat ini, terhitung ES (Eggi Sudjana) sendiri,” kata Kombes Yusri Yunus ke reporter di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Yusri menerangkan status masalah tersangkut Eggi Sudjana. Di mana Eggi Sudjana diputuskan selaku terdakwa pada Mei 2019.

“Selanjutnya ditahan dan dikerjakan penundaan dan saat ini masalahnya bersambung, karena rasio fokusnya program beliau (Kapolda Metro Jaya) menyelesaikan beberapa kasus yang lama tersangkut permasalahan yang seperti itu kan permasalahan pemberontakan kan,” terangnya.

Yusri menambah, panggilan Eggi Sudjana diantaranya untuk lengkapi arsip kasus.

“Kelak selengkapnya, sebab diundang pengecekan kan, tetapi untuk lengkapi semua beberapa berkas kasus,” katanya.

Baca keterangan Eggi Sudjana di halaman seterusnya.

Awalnya Eggi Sudjana benarkan jika dianya diundang polisi. Eggi Sudjana selanjutnya menerangkan duduk kasus dari masalah itu. Ia menyebutkan waktu itu tengah jalankan manfaatnya selaku pengacara Prabowo Subianto pada April 2019.

Eggi Sudjana mengakui posisinya selaku pengacara yang dilindungi UU membuat dianya menanyakan keputusan polisi berkaitan penentuan terdakwa yang menerpa dianya.

“Status saya dalam masalah yang didakwakan itu tanggal 17 April 2019 waktu hari pemilu saya bicara di muka tempat tinggalnya Prabowo. Tempatnya selaku pengacara yang punyai UU Nomor 18 tahun 2003 Pasal 16 yang mengatakan jangan dipidanakan atau digugat perdata waktu bela client,” tutur Eggi Sudjana.

“Status saya bela client pada waktu itu Prabowo Subianto. Karena itu pertanyaannya bagaimana polisi dapat langkahi UU pengacara?” tambahnya.

Untuk dipahami, awalnya polisi tangkap Eggi Sudjana atas sangkaan perlakuan pidana pemberontakan atau membuat kerusuhan. Pada 7 Mei 2019, polisi memutuskan Eggi selaku terdakwa masalah pemberontakan.

Semenjak Selasa, 14 Mei 2019 Eggi Sudjana ditahan. Masalah ini berawal dari pidato Eggi Sudjana pada Rabu (17/4/2019) di muka tempat tinggal calon presiden 02 Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pidatonya, Eggi Sudjana mengatakan ajakan people power di depan simpatisan tim Prabowo-Sandi saat itu.

Karena tindakannya ini, Eggi Sudjana didugakan dengan Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15. Eggi Sudjana selanjutnya mendapatkan penundaan penahanan dengan penjamin Wakil Ketua DPR Fadli Zon sampai anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *