by

Ditjen Dikti luncurkan tiga buku mengenai pendidikan tinggi

Berita dikutip dari :

hasil kolaborasi ratusan pusat karir di Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan tiga buku mengenai pendidikan tinggi secara virtual di Jakarta, Rabu.

 

Tiga buku tersebut yakni Inti Dasar Capaian Pendidikan (IDCP), National Virtual Career Fair (NVCF) dan Booklet Pembelajaran Daring.

 

“Ini merupakan yang ketiga kalinya meluncurkan buku yang pertama mengenai transformasi perguruan tinggi di masa pandemi. Kemudian yang kedua mengenai wawasan Pancasila sekaligus kita luncurkan pada saat penerimaan mahasiswa baru dan hari ini meluncurkan buku yang ketiga,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, dalam sambutannya.

 

Nizam menambahkan IDCP merupakan pokok pikiran dan pengalaman majelis pendidikan tinggi tentang bagaimana membangun nilai yang sangat penting dunia pendidikan tinggi. Nilai merupakan hal yang tak ternilai harganya dan menjadi fokus utama dalam pendidikan.

 

“Gambaran insan merdeka dan Pancasila harus diwujudkan dalam pendidikan yang holistik. Mulai dari kecakapan kompetensi keilmuan, berpikir kritis,dan kreatif yang didasari nilai budaya ketimuran.”

 

Keberhasilan pendidikan ditentukan dengan lahirnya insan dewasa yang merdeka, nasionalisme dan terus bersemangat membangun negeri. Oleh karena itu, IDCP penting untuk diterbitkan karena ide dasar dan praktik baik yang dituangkan dalam buku tersebut dapat diterapkan.

 

“Buku kedua NVCF merupakan bentuk resiliensi kita dalam menghadapi pandemi. Jangan patah semangat di tengah pandemi baik pendidikan maupun lulusannya. Pusat karir perguruan tinggi berkolaborasi dalam satu NVCF. Ini merupakan bentuk resiliensi perguruan tinggi,” terang dia.

 

Kemudian buku ketiga adalah Booklet Pembelajaran Daring yang merupakan praktik baik pembelajaran daring di perguruan tinggi dan dapat menjadi referensi bagi dosen di Tanah Air.

 

“Kita menyadari pembelajaran daring memiliki banyak kelebihan dan banyak juga kelemahan, sehingga tidak bisa menggantikan pembelajaran tatap muka. Akan tetapi dapat memperkuat dan memperdalam pembelajaran kita ke depan. Pemanfaatan teknologi sebagai penguat pembelajaran antarmuka dan sebagai bagian pembelajar sepanjang hayat,” terang Nizam.

 

Sekretaris Dirjen Dikti Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani, mengatakan ketiga buku tersebut merupakan hasil buah pikiran dari para insan pendidikan tinggi.

 

“Buku ini juga merupakan hasil kolaborasi ratusan pusat karir di Indonesia dan juga tim menulis berdasarkan pengalaman mereka dalam menyelenggarakan pembelajaran daring,” kata Paristiyanti.

 

Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed