by

Debu Vulkanik Gunung Semeru Siram Kota Lumajang

01 Des 2020, 17:40 WIB

Dkabaricom- Gunung Semeru meletus pada Selasa, 1 Desember 2020. Karena Gunung Semeru meletus itu, debu vulkanik sampai ke Kota Lumajang, Jawa Timur.

“Daerah Kota Lumajang terkena debu vulkanik, tapi mulai berkurang sebab ada gerimis,” tutur Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, waktu dikontak Liputan6.com, Selasa (1/12/2020).

Dia menambah, langit gelap berlangsung di seputar wilayah Gunung Semeru diantaranya Kecamatan Pasirian, Pronojiwo, Candipuro. Thoriq menjelaskan, sekarang ini faksinya waspada erupsi susulan Gunung Semeru. Dia menjelaskan, Gunung Semeru alami erupsi pada Senin malam tidak ada sinyal semenjak awalnya.

“Semeru punyai kekhasan. Kerap erupsi kecil-kecil, warga telah terlatih, ada lahar tiba dingin dan panas. Semalam kuat. 3 jam erupsi berjalan, dibarengi dengan debu. Ini paling menguasai di Pronojiwo dan Candipuro,” katanya.

Thoriqul waspada lahar dingin dan panas yang berlangsung di wilayah saluran sungai atau DAS lahar Semeru. “Semalam seputar jam 2.00-4.33 WIB bersama lahar panas ke saluran lahar semeru atau DAS lahar semeru. Yang diragukan jika pasir telah naik 20 sampai 40 mtr. dari landasan sungai,” tutur ia.

Dia menambah, bila berlangsung hujan dan curahan tinggi hingga membuat lahar Gunung Semeru ke pemukiman masyarakat.

Sekarang ini, Pemerintahan Kabupaten Lumajang (Pemkab Lumajang) sedang penyelamatan masyarakat di Dusun Curahpetung. Thoriqul menjelaskan, faksinya memperoleh laporan ada ternak yang terserang lahar panas dan tidak ada korban jiwa.

“Kami tingkatan sedang dikerjakan penyelamatan desa dekat sama DAS Lahar Semeru, Dusun Curahpetung. Satu desa itu ada 400 KK,” katanya.

Awalnya, Pengawasan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG) memperlihatkan luruhan awan panas dari Gunung Semeru yang ada di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur melaju sampai sepanjang 3.000 mtr. menuju Jenguk Kobokan di Lumajang, Jawa Timur pada Selasa, 1 Desember 2020.

Berdasar tayangan jurnalis dari Tubuh Nasional Pengendalian Musibah (BNPB) menjelaskan, hasil pengawasan PVMBG di Pos Penilaian Gunung Semeru di Desa Kajar Kuning, Dusun Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menulis jarak luncur awan panas luruhan Gunung Semeru pada Selasa jam 01.23 WIB seputar 2.000 mtr., sudah capai jarak 3.000 mtr. pada jam 02.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Info dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menjelaskan, berdasar laporan Tubuh Pengendalian Musibah Wilayah (BPBD) Lumajang, hujan yang bersatu abu vulkanik pada jam 03.00 WIB turun di seputar pos penilaian.

Team Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang telah turun ke teritori riskan musibah (KRB) I untuk memantau keadaan. Menurut Raditya, di saat berlangsung luruhan awan panas Gunung Semeru, masyarakat yang ada di KRB daerah Kamar A, Curahan Koboan, dan Rowobaung di daerah Kecamatan Pronojiwo mulai penyelamatan secara berdikari.

“Ini berlangsung seputar jam 03.45 WIB. TRC yang ada di atas lapangan menyarankan masyarakat untuk selalu tenang dan tidak cemas waktu kejadian vulkanik itu mengikuti usaha penyelamatan masyarakat,” tutur ia, seperti diambil dari Di antara, Selasa, 1 Desember 2020.

Berlalu satu jam selanjutnya, dia meneruskan, TRC turunkan satu team untuk bawa peralatan seperti terpal, matras, masker, paket lauk pauk, selimut, air mineral, dan paket PPPK.

Berdasar data sesaat BPBD di tempat, jumlah masyarakat yang pindah untuk menghindar imbas letusan Semeru seputar 500 orang.

Mereka menyebar di sejumlah titik evakuasi seperti Pos Gunung Sawur, SD Supiturang, dan mushola. BPBD Kabupaten Lumajang sudah minta masyarakat Desa Curahan Koboan di Dusun Supiturang dan Desa Rowobaung di Dusun Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Kajar Kuning di Dusun Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, keluar rumah untuk menghindar imbas saluran lahar panas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *