by

Brimob Polri latihan tangani bom di Depo MRT Lebak Bulus

Berita dikutip dari :

petugas mensimulasikan dua skenario, dimulai dari pengamanan orang yang dilaporkan mencurigakan, hingga menjinakkan benda yang diduga bom

Jakarta (ANTARA) – Brimob Kelapa Dua Mabes Polri, bersama Polsek Cilandak dan Polsek Kebayoran Lama, berlatih penanganan bom di Depo Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Simulasi latihan dalam rangka antisipasi terorisme tersebut dimulai dari pukul 20.00 WIB dan rencananya akan selesai pukul 21.30 WIB.

Baca juga: Polda Metro Jaya petakan pengamanan Malam Tahun Baru

Dalam latihan tersebut petugas mensimulasikan dua skenario, dimulai dari pengamanan orang yang dilaporkan mencurigakan, hingga menjinakkan benda yang diduga bom yang diletakkan oleh pelaku teror di tempat transportasi publik tersebut.

“Di sini kondisi kita latihan, latihan kesiapsiagaan anti terror bersama dengan Gegana Mabes Polri,” kata Kapolsek Cilandak, AKP Iskandarsyah.

Dalam latihan tersebut petugas mensimulasikan skenario setelah menerima laporan adanya orang yang mencurigakan di tempat penyimpanan (Depo) MRT Lebak Bulus.

Baca juga: Pangdam dan Kapolda Metro cek kesiapan personel keamanan Tahun Baru

Gerak-gerik orang yang mencurigakan tersebut terekam oleh kamera sirkuit pengawas tersembunyi (CCTV), lalu petugas kepolisian mengamankan satu orang pria yang mencurigai tersebut.

Sementara itu, Tim Brimob Mabes Polri yang menerima laporan adanya benda yang mencurigakan di Depo MRT Lebak Bulus, langsung bergerak menuju ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil Gegana beserta tujuh personel.

Petugas Gegana dengan peralatan lengkap melakukan pengecekan terhadap benda yang mencurigakan tersebut, menggunakan alat x Ray portabel.

Baca juga: Di DKI Jakarta, 8.179 personel gabungan mengamankan Tahun Baru 2021

Lalu petugas yang menggunakan baju ‘eod 10 bomb suit’, tim Gegana memutuskan untuk melakukan “distructer atau pencerai-beraian (meledakkan).

Sebelumnya, petugas mengimbau masyarakat yang ada di sekitar lokasi untuk menjauh demi keamanan, karena akan ada suara ledakan pada saat benda mencurigakan tersebut dihancurkan.

Menurut Iskandarsyah, langkah distructer dilakukan karena benda mencurigakan tersebut memiliki tanda-tanda menyerupai bom, ada kabel dan ada bunyi seperti yang mencurigakan.

“Jadi prosedur penjinakan bom dari tim Gegana, kami melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi. Itu saja dari kami, sementara,” kata Iskandarsyah.

Rencananya keterangan resmi terkait latihan penjinakan bom ini akan disampaikan usai latihan oleh Dansat Brimob Kelapa Dua Mabes Polri.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed