by

Al-Farlaky dan Derai Air Mata Fadil – MEDIAACEH.CO

Dikutip dari:

MEDIAACEH.CO, Banda Aceh – Assalamu’alaikum kak. Njoe loen Iskandar Al-Farlaky,” ooo get bang trimoeng geunaseh that ka neubantu kama beuklam,” Salam Iskandar Usman Al-Farlaky, yang kemudian dijawab isteri Fadil Muhammad, anggota GAM Daerah II Simpang Ulim, Wilayah Peureulak, yang kini terbaring di RSZA Banda Aceh via telepon seluler.

Saat menelepon, Iskandar Al-Farlaky, masih berada di kantor DPRA, dan akan bersiap-siap menjenguk Fadil serta warga Aceh Timur lainnya. Iskandar memang belum sempat membesuk karena turun ke Aceh Timur membantu korban banjir. Meski begitu. Sejak pertama dirujuk, Iskandar yang juga Sekretaris Komisi V DPRA sudah berkomunikasi dengan Direktur dan Wadir RSZA untuk pengurusan Fadil.

Usai shalat Ashar, Al-Farlaky didampingi dua staf nya beranjak ke RSZA, langsung menuju ke ruang perawatan Fadil Muhammad di Aqsa 1 kamar 8. Kamar itu sendiri merupakan permintaan Al-Farlaky kepada dr Azharuddin dan dr Endang, direktur dan wakil direktur pelayanan untuk penanganan prima terhadap saudara Fadil Muhammad. “Assalamu’alaikum,” ucap Al-Farlaky sambil mengetuk pintu kamar tempat Fadil dirawat.

Spontan salam dijawab oleh ibunda Fadil yang sedang membaca Alquran disamping ranjang Fadil berbaring. Sementara isteri Fadil berebah diri sedang beristirahat. “Ooo Bang Ih lagoe. Neutamoeng bang,” sapa isteri Fadil sambil bangun dari tikar yang digelar di lantai kamar.

Lalu, Iskandar langsung menanyakan kabar tentang Fadil, sementara Fadil masih tertidur pulas lantaran kondisinya memang lemas. Isteri Fadil tak bisa membendung air mata sambil menangis menceritakan kondisi Fadil. “Watei phoen meuba keunoe langsung geutanyoeng droe neuh Bang Ih. Geuhoe perawat yang lewat geupike droe neuh. Loen peugah Bang Ih singoeh geujak saweu,” ungkapnya.

Beberapa saat berbincang, tim medis terdiri dari dokter dan perawat datang melakukan visit. Dokter dan medis yang tak asing dengan anggota DPRA, Iskandar Al-Farlaky, sebab paling sering membesuk ke RSZA ini pun saling menyapa. “Oooo Pak Iskandar lagoe. Pajan troeh pak,” ucap dokter ortepedi yang menangani tangan Fadil sebelah kanan.

Iskandar juga meminta tim dokter dan perawat memberi perawatan terbaik kepada Fadil yang akan menjalani operasi lanjutan besok, dan tak lupa juga kepada warga lainnya yang sedang dirawat. Saat Al-Farlaky mau pamit pulang, ibunda dan isteri Fadil pun menanyakan kepada Fadil tentang gerangan siapa yang datang. “Njoe Bang Ih katroeh geujak, geujak saweu droe neuh. Meudoa sabe agar bagah puleh keudro neuh.,” Ujar isteri Fadil.

Sejurus kemudian, Fadil membuka mata, mengangguk tanda kenal. Dari mulutnya yang masih kaku.” loen turi, njoe Bang Ih,” ujar Fadil, sembari air matanya berlinang.

Ibunda Fadil kemudian mengambil tisu menyeka air mata yang jatuh di pipi mantan Kombatan GAM ini. Iskandar lalu pamit sambil memegang Fadil dan meminta isteri atau ibunda Fadil untuk mengabari jika ada kendala apapun terkait pelayanan medis di RSZA. “Umi dan kakak, loen gisa ilei beh. Neubithei peuna hai enteuk,” kata Al-Farlaky berpamitan.

Hari itu selain Fadil Muhammad, Al-Farlaky juga membesuk Siti Hajar, warga Ulee Glee, Kecamatan Idi Timur di ruang Mina 2 kamar 5. Kemudian M Nizar, warga Krueng Geukeuh Raudhah 2 kamar 7. Fadil mengalami kontak listrik pada tanggal 4 Desember lalu di Simpang Ulim. Dia merupakan mantan anggota DPRK Aceh Timur dua periode



Source link

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *