by

9 Ciri-Ciri Terkena Virus Corona COVID-19 dan Cara Mencegah agar Tidak Tertular Virus Corona

Virus corona yang menimbulkan penyakit COVID-19 mengontaminasi paru-paru dan mengusik pernafasan. Dua tanda-tanda khusus virus corona ialah demam dan batuk kering, yang terkadang bisa mengakibatkan permasalahan pernafasan.
Batuk yang perlu dicurigai ialah batuk kering dan terus-terusan. Ini bermakna Anda alami batuk lebih dari satu jam, atau alami tiga atau bisa lebih batuk tidak henti dalam 24 jam. Bila Anda telah terbiasa batuk, batuk sebab corona semakin lebih jelek dari umumnya.

Tanda-tanda corona yang lain ialah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Demam ini dapat membuat pasien berasa hangat, dingin, atau kedinginan. Sakit kerongkongan, sakit di kepala, diare, dan kehilangan kekuatan untuk membaui dan rasakan sudah disampaikan selaku salah sati tanda-tanda terkena virus corona COVID-19 Diperlukan rerata lima hari untuk mulai memperlihatkan tanda-tandanya, tapi sebagian orang akan memperolehnya kelak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan masa inkubasi berjalan sampai 14 hari.

Di bawah ini 10 ciri-ciri terkena virus corona COVID-19, seperti diambil dari CNN Health.

  1. Napas pendek

Napas sesak umumnya bukan tanda-tanda awalnya COVID-19, tapi itu ialah yang paling serius. Itu dapat berlangsung sendirinya, tiada batuk.

Bila dada berasa ketat atau Anda mulai berasa seakan-akan Anda tidak dapat bernapas cukup dalam untuk isi paru-paru dengan udara, itu penanda untuk melakukan tindakan cepat, kata beberapa pakar. “Bila ada napas sesak selekasnya kontak penyuplai service kesehatan Anda, perawatan genting di tempat atau departemen genting,” kata Presiden Federasi Klinis Amerika Dr. Patrice Harris. CDC memberikan pertanda peringatan genting lain untuk COVID-19 selaku “merasa sakit yang terus-terusan atau desakan di dada,” dan “bibir atau muka kebiruan,” yang bisa memberikan indikasi kekurangan oksigen. Peroleh perhatian klinis selekasnya, kata CDC.

  1. Demam

Demam ialah sinyal kunci COVID-19. Sebab sebagian orang bisa mempunyai temperatur badan pokok lebih rendah atau bisa lebih tinggi dari temperatur normal 37,6 derajat Fahrenheit (37 derajat Celcius), beberapa pakar menjelaskan tidak memusatkan pada angka.

Jangan memercayakan temperatur yang diambil pada pagi hari, kata ahli penyakit menyebar Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran penjagaan dan penyakit menyebar di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville. “Temperatur kami berbeda pada siang hari. Bila Anda mengantarnya pada jam delapan pagi, itu kemungkinan normal,” terang Schaffner. Selaku tukarnya, mengambil temperatur badan Anda pada sore hari dan malam hari. “Salah satunya tanda-tanda demam yang umum ialah temperatur badan Anda naik pada sore hari dan sore hari. Itu ialah langkah umum virus hasilkan demam.”

  1. Batuk kering

Batuk ialah tanda-tanda umum yang lain, tapi batuk sebab corona bukan batuk biasa. “Itu bukan rasa geli di kerongkonganmu. Anda bukan hanya batuk untuk bersihkan kerongkongan.

Tidak cuma batuk sebab iritasi,” terang Schaffner. Batuk itu mengusik dan dapat dirasa tiba dari dalam dada. “Itu berawal dari tulang dada atau tulang dada Anda, dan Anda bisa menjelaskan jika tabung bronkial Anda meradang atau mengalami iritasi,” lebih Schaffner. Satu laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia di bulan Februari mendapati lebih dari 33% dari 55.924 orang dengan masalah COVID-19 yang diverifikasi laboratorium alami batuk berdahak dari paru-paru mereka.

  1. Menggigil dan sakit di sekujur badan

Rasa menggigil dan sakit di sekujur badan umumnya tiba saat malam hari.

Tidak seluruhnya orang akan mempunyai reaksi yang kronis, kata beberapa pakar. Sebagian orang kemungkinan tidak menggigil atau sakit sama sekalipun. Seseorang kemungkinan alami kedinginan seperti flu yang lebih enteng, kecapekan dan sakit pada persendian dan otot, yang bisa membuat susah untuk mengenali apa itu flu atau virus corona. Salah satunya sinyal Anda mempunyai COVID-19 ialah bila tanda-tanda Anda tidak lebih baik sesudah satu minggu atau bisa lebih dan lagi lebih buruk.

  1. Ketidaktahuan yang mendadak

Bicara mengenai pertanda yang lebih buruk, CDC menjelaskan ketidaktahuan yang mendadak atau ketakmampuan untuk bangun dan siaga kemungkinan adalah sinyal serius jika perawatan genting dibutuhkan. Bila Anda atau orang yang disayangi mempunyai beberapa gejala itu, khususnya dengan pertanda gawat yang lain seperti bibir kebiru-biruan, kesusahan bernapas atau ngilu dada, CDC menjelaskan untuk selekasnya cari kontribusi.

  1. Permasalahan pencernaan

Awalannya sains tidak memikir diare atau permasalahan lambung ciri khas yang lain akan tampil selaku tanda-tanda SARS-CoV-2.
Makin banyak riset mengenai korban yang selamat, rupanya banyak yang alami hal tersebut. Dalam satu studi di luar Cina di mana mereka menyaksikan banyak pasien yang paling dahulu, seputar 200 pasien, mereka mendapati jika tanda-tanda pencernaan atau lambung (gastrointestinal) sesungguhnya berada di seputar 1/2 dari pasien, kata Dr. Sanjay Gupta.

  1. Mata merah muda

Riset dari Cina, Korea Selatan dan sisi lain dunia memperlihatkan jika seputar 1% sampai 3% orang dengan COVID-19 menanggung derita konjungtivitis, biasanya diketahui selaku mata merah muda. Konjungtivitis, satu keadaan yang paling menyebar saat berasal dari virus, ialah infeksi pada susunan jaringan yang tipis dan terbuka, yang disebutkan konjungtiva, yang tutupi sisi putih mata dan sisi dalam kelopak mata. SARS-CoV-2 hanya satu dari banyak virus yang bisa mengakibatkan konjungtivitis, hingga tidak mengagetkan untuk beberapa periset jika virus yang baru diketemukan ini akan lakukan hal sama. Tetapi, mata merah muda atau merah menjadi satu sinyal kembali jika Anda harus mengontak dokter bila Anda pun mempunyai tanda-tanda lain COVID-19 yang lain, seperti demam, batuk, atau napas sesak.

  1. Kehilangan berbau dan rasa

Pada masalah coronavirus yang enteng sampai sedang, raibnya berbau dan rasa tampil selaku salah satunya sinyal awalnya COVID-19 yang sekurang-kurangnya biasa. “Anosmia, terutamanya, sudah nampak pada pasien yang pada akhirnya diuji positif untuk virus korona tiada tanda-tanda lain,” menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Satu riset terkini pada beberapa kasus enteng di Korea Selatan mendapati tanda-tanda khusus pada 30% pasien ialah raibnya penciuman. Di Jerman, lebih dari dua dari 3 masalah yang diverifikasi menanggung derita anosmia.

  1. Sakit di kepala, sakit kerongkongan, hidung mampet

Laporan WHO mendapati nyaris 14% dari 6.000 masalah COVID-19 di Cina mempunyai tanda-tanda sakit di kepala dan sakit kerongkongan, sesaat nyaris 5% mempunyai hidung mampet. Pasti bukan pertanda umum dari penyakit ini, tapi terang serupa dengan pilek dan flu. Kenyataannya, banyak tanda-tanda COVID-19 bisa seperti flu, terhitung sakit di kepala dan permasalahan pencernaan yang disebut awalnya, sakit badan dan kecapekan. Tanda-tanda yang lain yang seperti pilek atau alergi, yakni sakit kerongkongan dan hidung mampet.

Cara Menghindari Penularan Virus Corona


Virus ini diprediksi berawal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan dapat menyebar dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia. Penyebaran antarmanusia kemungkinan lewat percikan dahak waktu batuk atau bersin.

Saat terkena virus Corona, seorang akan alami tanda-tanda serupa flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Tetapi, hari-hari sesudahnya, orang yang diserang infeksi virus corona dapat alami napas sesak karena infeksi pada paru-paru (pneumonia).

Sampai sekarang ini, tidak ada penyembuhan yang bisa mengobati infeksi virus Corona. Oleh karenanya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan supaya warga tidak melihat remeh penyakit ini dan selalu bertindak penjagaan. Diantaranya dengan mengaplikasikan social distancing.

Disamping itu, sekarang bermacam riset dan tes medis vaksin COVID-19 sedang dikerjakan. Vaksin itu diinginkan bisa memberi penjagaan pada penyakit COVID-19.

Beberapa cara yang dapat dikerjakan untuk menahan infeksi virus Corona, salah satunya:

  1. Membersihkan tangan secara benar
    Membersihkan tangan secara benar ialah cara paling simpel tetapi efektif untuk menahan penebaran virus 2019-nCoV. Cuci tangan sama air mengucur dan sabun, minimal sepanjang 20 detik. Yakinkan semua sisi tangan tercuci sampai bersih, terhitung punggung tangan, pergelangan tangan, antara jemari, dan kuku. Kemudian, keringkan tangan memakai tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.

Bila Anda ialah karyawan komuter yang ada dalam angkutan umum, akan susah untuk mendapati sabun dan air. Anda dapat bersihkan tangan dengan hand sanitizer. Pakai produk hand sanitizer yang mengandung alkohol minimum 60% supaya lebih efektif memberantas kuman.

Cuci tangan dengan teratur, khususnya sebelum serta sesudah makan, sesudah memakai toilet, sesudah sentuh hewan, buang sampah, dan sesudah batuk atau bersin. Bersihkan tangan perlu dikerjakan saat sebelum menyusui bayi atau memeras ASI.

  1. Memakai masker
    Banyak yang memakai masker kain untuk menahan infeksi virus Corona, walau sebenarnya masker itu belum pasti efektif. Pada umumnya, ada dua type masker yang dapat Anda dipakai untuk menahan penyebaran virus Corona, yakni masker bedah dan masker N95.

Masker bedah atau surgical mask adalah masker sekali gunakan yang biasa dipakai. Masker ini gampang diketemukan, harga dapat dijangkau, dan tenteram digunakan, hingga beberapa orang yang memakai masker ini waktu melakukan aktivitas setiap hari.

Cara gunakan masker bedah yang betul ialah segi warna pada masker harus menghadap ke luar, sesaat segi dalamnya yang warna putih menghadap muka dan tutupi dagu, hidung, dan mulut. Segi warna putih dibuat dari material yang bisa meresap kotoran dan memfilter kuman dari udara.

Walau tidak seutuhnya efektif menahan paparan kuman, tetapi pemakaian masker ini masih dapat turunkan resiko penebaran penyakit infeksi, terhitung infeksi virus Corona. Pemakaian masker lebih dianjurkan untuk orang yang lagi sakit untuk menahan penebaran virus dan kuman, daripada ke orang yang sehat.

Sedang masker N95 ialah tipe masker yang dipakai selaku salah satunya alat perlindungan diri atau APD untuk petugas klinis yang menjaga pasien COVID-19.

Saat melepas masker dari muka, baik masker bedah atau masker N95, jauhi sentuh sisi depan masker, karena sisi itu sarat dengan kuman yang melekat. Sesudah melepaskan masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, supaya tangan bersih dari kuman yang melekat.

  1. Jaga ketahanan badan
    Ketahanan badan yang kuat bisa menahan timbulnya bermacam jenis penyakit. Untuk jaga dan tingkatkan ketahanan badan, Anda dianjurkan untuk konsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan, dan makanan kaya protein, seperti telur, ikan, dan daging tiada lemak.

Bila jemu dengan makanan yang diolah sendiri, Anda dapat beli makanan siap sajian atau makanan di restaurant lewat service pesan antar, tetapi yakinkan makanan itu sehat dan bersih. Jika memang perlu, Anda pun menambahkan konsumsi suplemen sama saran dokter.

Disamping itu, teratur olahraga, tidur yang memadai, tidak merokok, dan tidak konsumsi minuman mengandung alkohol bisa juga tingkatkan ketahanan badan supaya terlepas dari penyebaran virus Corona.

Beberapa informasi mengatakan jika berjemur di bawah cahaya matahari dapat menahan infeksi virus Corona. Sayang ini masih perlu ditelaah selanjutnya.

  1. Mengaplikasikan physical distancing dan karantina mandiri
    Limitasi fisik atau physical distancing adalah cara penting untuk memutuskan mata rantai penebaran virus Corona. Ini bisa dikerjakan dengan cara tidak melancong keluar dari rumah, terkecuali untuk kepentingan yang menekan atau genting, seperti belanja bahan makanan atau berobat saat sakit.

Limitasi fisik dikerjakan dengan cara jaga jarak minimum 1 mtr. sama orang lain dan terus memakai masker, khususnya waktu melakukan aktivitas dalam tempat umum atau keramaian.

Sepanjang jalani physical distancing, Anda pun perlu menghindar contact sama orang yang lagi sakit, diperhitungkan terkena virus Corona, atau telah dipastikan positif COVID-19.

Bila Anda mempunyai salah satunya tanda-tanda COVID-19 yang memiliki sifat enteng, mempunyai kisah tinggal atau perjalanan di wilayah terkena virus Corona dalam 14 hari akhir, atau pernah contact sama orang yang dipastikan positif COVID-19, Anda disarankan untuk lakukan karantina mandiri.

Disamping itu, karantina mandiri disarankan untuk dikerjakan oleh orang yang beresiko tinggi terkena virus Corona, seperti lanjut usia atau orang yang mempunyai penyakit pengantar, misalkan hipertensi, diabetes, atau ketahanan badan yang kurang kuat.

  1. Bersihkan rumah dan lakukan disinfeksi secara teratur
    Kecuali kebersihan diri, jaga kebersihan rumah juga perlu dikerjakan sepanjang wabah COVID-19 berjalan. Ini karena virus Corona bisa dibuktikan bisa bertahan hidup sepanjang beberapa jam serta beberapa hari di atas satu benda.

Oleh karenanya, rumah harus teratur dibikin bersih dan dikerjakan disinfeksi secara detail, terhitung perlengkapan dan perlengkapan rumah yang kerap disentuh, seperti gagang pintu, remote tv, kran air, dan permukaan meja.

Waktu bersihkan atau lakukan disinfeksi, Anda perlu memakai sarung tangan dan masker, dan membersihkan tangan sama air bersih dan sabun sesudah usai bersihkan rumah. Ini dikerjakan untuk menahan penyebaran virus Corona yang mungkin berlangsung.

Jika Anda digolongkan selaku pasien suspek atau probable COVID-19, yang diikuti dengan tanda-tanda flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang dibarengi lemas dan napas sesak, apa lagi jika dalam dua minggu paling akhir Anda melancong ke wilayah atau negara yang terkena infeksi virus Corona, cepatlah kontrol diri ke dokter agar ditegaskan pemicunya dan diberi pengatasan yang pas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed